Bung Tomo

Isi atau naskah pidato Bung Tomo. Beberapa hari lagi, kita bangsa Indonesia memperingati 67 tahun Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November. Hari Pahlawan tidak bisa lepas dari perjuangan arek-arek Suroboyo  yang dengan gagah berani bertempur melawan tentara Inggris. Meskipun pada saat itu kita mempunyai senjata yang seadanya, namun arek-arek Suroboyo pada waktu itu tidak gentar sedikitpun.

Semangat arek-arek Suroboyo begitu menggelora, karena mendapatkan motivasi luar biasa dari seorang tokoh pemuda waktu itu yaitu Bung Tomo. Dengan pidatonya yang disiarkan melalui radio yang membuat bulu kuduk merinding, membuat hati dan mental arek-arek Suroboyo begitu berapi-api. Berikut isi pidato Bung Tomo pada saat itu yang sampai sekarang bila kita mendengarkan rekaman suaranya membuat bulu di sekujur tubuh kita berdiri :
————————————————————————————–
Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!


Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui.
Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka 

Saudara-saudara….
Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.
Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
Pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.
Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.
Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.
Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana. 

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara.
Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini.
Maka kita tunduk untuk memberhentikan pentempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.
Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya. 

Saudara-saudara kita semuanya.
Kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu,
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya.
Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.
Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini.
Dengarkanlah ini tentara Inggris.
Ini jawaban kita.
Ini jawaban rakyat Surabaya.
Ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian. 

Hai tentara Inggris!
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.
Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.
Kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
Yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih
Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga 

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.

Jangan mulai menembak,
Baru kalau kita ditembak,
Maka kita akan ganti menyerang mereka itu 
kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. 

Dan untuk kita saudara-saudara….
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara….
Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah saudara-saudara.
Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!
—————————————————————————————————

Itulah isi pidato Bung Tomo yang berhasil menggelorakan semangat arek-arek Suroboyo dalam pertempuran melawan tentara Inggris yang terjadi pada tanggal 10 November 1945.